Senin, 11 April 2022

Menulis Qoute Asyik Lagi Menarik




By : Sri Wiyanti


Cara menulis paling mudah dan sederhana adalah dengan membuat kata-kata mutiara atau kalimat bijak yang sering kita kenal dengan istilah qoutes. Menulis qoutes ini terasa mudah karena hanya terdiri dari beberapa kata dan kalimat namun menggugah karena memiliki makna mendalam. 

Meski terlihat mudah dan berupa catatan sederhana, pada prakteknya tidak semua orang mampu membuat qoutes. Memilih kalimat singkat dan sarat makna bagi sebagian orang justru terasa lebih sulit  dibanding menulis kisah berlembar-lembar. 

Bagaimana caranya agar kita mampu membuat kalimat-kalimat qoutes yang indah, Mari simak tips-tips sederhana di bawah ini :

1. Memiliki kepekaan. 

Semakin peka kita terhadap perasaan pribadi dan kondisi sekitar membuat kita semakin mudah dalam menyusun kata-kata mutiara atau kalimat bijak. Baik keadaan bahagia, sedih, kecewa, luka, harapan, tantangan atau bahkan berbagai permasalahan yang terekam justru bisa menjadi ide menarik untuk membuat qoutes. 

Adanya moment penting membuat kita semakin mudah dalam melahirkan ide membuat qoutes. Kondisi tertentu sering kali memaksa kita untuk berpikir lebih dari keadaan biasa, memancing kita untuk melahirkan gagasan-gagasan baru 

2. Memperkaya diksi

Langkah kedua adalah dengan memperkaya diksi. Semakin banyak stok diksi-diksi indah dan kata-kata kiasan yang kita miliki akan semakin besar potensi kita mampu membuat qoutes yang indah. Memilih kata-kata yang bermakna khas, spesifik dan unik menjadikan kalimat qoutes kita berbeda dari karya orang lain.

 Karena dalam membuat qoutes, titik fokus kita adalah mengajak merenung melalui pesan singkat. Maka kita harus cerdas dalam memilih diksi dan menggunakannya pada konteks yang tepat.

3. Menulislah apa adanya

Semakin nyata dan dekat tulisan dengan karakter keseharian kita sebagai pribadi membuat qoutes yang ditulis akan terasa nikmat dibaca. Karena kita menulisnya dari hati tentu akan mudah tertangkap oleh hati juga. Sentuhan terasa mendamaikan ketika ada kesesuaian antara kata dengan fakta. 

Lebih sederhana lagi, menulislah sesuatu yang ada pada dirimu agar melekat kuat pesan yang ingin kita sampaikan pada setiap hati pembaca.

4. Catat setiap kilatan ide

Setiap kali muncul kilatan ide dalam pikiran kita segera menulisnya. Abadikan dalam buku catatan khusus atau pada catatan handpond sehingga ketika ada kesempatan melengkapinya menjadi sebuah qoutes yang utuh kita tidak kehilangan ide. 

Sering kita merasa kebingungan ingin menulis apa karena ide-ide bagus yang bermunculan sudah terbang berhamburan disebabkan kita tidak menuliskannya. Kilatan ide bisa menjadi hal istimewa bagi qoutes yang akan kita buat. Jadi biasakan menulisnya. 

5. Percantik

Qoutes kita akan semakin menarik dan disenangi pembaca apabila tampilannya juga kita perhatikan. Langkah terakhir yang perlu kita lakukan adalah dengan memolesnya menjadi lebih cantik dengan menggunakan aplikasi seperti Canva, PixelLab, atau aplikasi sejenisnya.

Sekian tips sederhana ini, semoga menjadikan lebih semangat menulis khususnya qoutes. Selamat membaca sahabat semuanya. 


Talabiu Bima, 10 April 2022

Sabtu, 30 Oktober 2021

Perjalanan Hati

Perjalanan  Hati

By ; Sri Wiyanti

Ketika dirimu merasa lelah  melangkah 
Pastikan langkahmu tidak terjeda  Saat coba mendera kau hanya butuh sedikit lebih mendekat pada Sang Maha Mengatur Hidup. Hirup perlahan aroma sentuhan cinta-Nya agar mengalir sabar dalam kebeningan qolbu yang senantiasa jujur meski akal kerap ingin menyelisihi. 

Jangan izinkan ia mengembara jauh hingga lupa jalan pulang. Usah biarkan hati tergolek lalai menghanyutkan harap keberkakahan. Rengkuh dalam dekapan nurani agar tersadar alpa diri. 

Hati adalah cermin diri, mengaca  menelanjangi ego tersembunyi. Berusaha menangkap pantulan kejujuran meski kadang bias oleh tamak kepongahan. 
Pada akhir perjalanan hatilah yang akan menentukan. Muara kita di mana. 



Bima, 25  Januari 2021
Sebuah catatan hati


rindu kami

Rindu Kami

By : Sri Wiyanti

Pandemi ini terlalu lama
Kami rindu sekolah dan bercengkrama
Terlalu lama kami berselancar di dunia Maya
Hingga lupa aroma kertas dari buku-buku diktat  yang seharusnya kami baca
Telinga kami mulai tak peka dengan irama ketukan papan tulis dari guru-guru kami di kelas yang meminta perhatian.

Pandemi ini terlalu lama
Entah kapan akan sirna
Belajar di dunia maya bukan hanya mengabiskan kuota namun menggerus rasa
Simpati dan empati tak lagi terasah atau bahkan hampir sirna.
Itulah sesungguhnya yang orang tua dan guru kami khawatirkan.

Dunia nyata bagi kami sarat makna
Di mana kami bisa memandang hingga batas cakrawala
Sapaan, senyuman, delikan bahkan sedikit sentilan dari guru-guru kami adalah pelajaran terindah yang akan terkenang sepanjang masa

Suasana itu yang kami rindu
Menderu sendu menyapa syahdu menghadirkan geliat gelisah yang mengganggu.
Semoga pandemi ini segera berlalu.

Lockdown, BDR, Daring, PPKM apa pun istilahnya bagi kami sama saja menjeda raga juga rasa.
Membatasi ruang nalar yang sebenarnya ingin menjelajah dunia dengan sentuhan cinta para guru sebagai teladan nyata.

Ujian Ukhuwah

Ujian Ukhuwah

By ; Sri Wiyanti

Ukhuwah tanpa ucap sapa
Lengang sunyi sepi
Hilang rasa
Mengapa?

Menjauh 
Hilang tulus
Hati tiada bertaut
Lesap renjana tiada berbekas

Saatnya
Ikhlas teruji
Dalam bingkai kebersamaan
Merangkai indahnya kuncup persaudaraan

Patidusa
Bima, 5 Januari 2021

menderu rindu

Menderu Rindu

By : Sri Wiyanti

Rindu
Dentingnya menyesakkan
Mengoyak bak sembilu
Sulit terlerai enggan pergi

Rindu
Kalbu meronta
Hajatkan sua segera
Namun asa tiada bersambut

Entah
Kenapa menjelma
Datang lalu pergi
Membiarkan melambung lalu terhempas

Remuk
Jiwaku hancur
Nyatanya rindu terpasung
Pada hati tanpa kata-kata

Bila
Masaku tiba
Labuhkan bait pinta
Agar rindu kembali bertaut

Datanglah
Mendekap raga
Agar terlerai rasa
Membasuh rinduku diujung waktu

'Puisi Patidusa'
Bima, 26 Maret 2021

Gagal dikirim ikut lomba akhirnya dishare di sini.

Sambil menikmati hujan di arena Istiqomah Archery Club.πŸ’™πŸ’™πŸ’™

TAUBATKU

TAUBATKU

By : Sri Wiyanti 

Kelam malam tanpa cahaya
Kulantunkan bait-bait rindu menggelora
Pada Rabb pemilik semesta
Berharap waktu berlalu tak larut dalam lalai
Namun amarah dan nafsu angkara
Kerap menguasai menjadi panglima

Kusibak ruang terdalam hati 
Titik-titik maksiat itu telah berubah
Menjadi gumpalan hitam dosa-dosa mengarat memenuhi tiap sudutnya
Tiada lagi tersisa ruang kebaikan di situ
Hingga batas sadarku meronta
Menyesali alpa diri namun kerap kali mengulangi
Betapa lemah diri yang hina ini

Tanya pun menukik menancap tepat 
Di sanubari yang mulai tergolek lunglai
Jika cinta tanpa pijar rindu
Lalu dengan apa memaknai rasa
Sedang hati kerap berkelana
Dalam rimba kesesatan yang nyata
Hilang arah, lupa pulang
Sedang taubatku palsu semata
Tersungkur dalam harap padaMu 
Semoga pintu masih terbuka 
Untuk Aku sang pendosa

Bima,  26 Juli 2020 
🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺

Senin, 13 September 2021

untukmu Palestina

Untukmu Palestina

By : Sri Wiyanti

Di sana
Darah tertumpah
Di antara desing mesiu
Bumi para Anbiya berduka

Palestina
Namamu mendunia
Menggambarkan duka lara
Menyeruak perih asamu tertindas

Palestina
Takbir menggema
Menyadarkan alpa diri
Melupakanmu sungguh tak terpuji

Kita 
Terpisah jarak
Iman menyatukan mendekatkan
Ukhuwah mengikat senasib seperjuangan


Patidusa
Talabiu, 14 September 2021
Pesan cinta untuk Palestina

🧑🧑🧑🧑🧑🧑